Tanggapan Djan Faridz Menanggapi Ocehan Mantan Kadernya Lulung

Tanggapan Djan Faridz Menanggapi Ocehan Mantan Kadernya Lulung

Tanggapan Djan Faridz Menanggapi Ocehan Mantan Kadernya Lulung

Tanggapan Djan Faridz menanggapi ocehan mantan kadernya Lulung atau Abraham Lunggana yang telah lama meminta dirinya dipecat dari partai. Djan Faridz pun meminta Lulung untuk legowo saja keputusan itu, daripada berbicara yang aneh-aneh.

“Loh dia malah ngomongnya gini, ‘Saya nggak pernah tuh dapat Surat Peringatan I, II, III. Ini pecat dagelan nih lucu-lucuan pecat saya nih’. Katanya minta dipecat ya udah terima,” tutur Djan saat bersilaturahmi dengan Ustad Ahmad Shodri di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (15/3/2017) malam.

Menurut Djan, Surat Peringatan (SP) untuk Lulung sudah dikeluarkan sampai empat kali, sejak Pilkada DKI 2017 putaran pertama. Hal itu tentu disebabkan yang bersangkutan tidak menuruti keputusan partai berlambang kabah tersebut.

“Udah. Kan sudah dari kemarin dia berbeda pendapat dengan kita. Kita dari awal PPP mendukung Ahok-Djarot, karena ada kontrak politik. Tiba-tiba dia nyeberang ke tempat yang nggak jelas. Udah nih beres. Diberi Surat Peringatan I, II, III, dan IV. Eh udah kelar dia lari lagi ke tempat yang nggak jelas lagi. Bebel kelewatan. Saya tidak bisa tolerir,” jelas Djan.

Hanya saja, bagi Djan, masalah itu hanyalah terkait urusan organisasi saja. Di luar partai, dia dan Lulung tetap merupakan sahabat baik.

“Tapi itu organisasi. Kalau silaturahmi, kecintaan saya dengan beliau (Lulung) tidak putus. Kalau organisasi saya harus tegakkan AD/ART,” Djan menandaskan.

MEGAPOKER88 Judi Poker Domino QQ Online Uang Asli Indonesia Terpercaya

Poker Online Terpercaya | Poker Uang Asli | Domino Online

x

Check Also

Bisakah Indonesia Jadi Negara Besar? Ini Kata Sri Mulyani

Menjadi negara besar dengan masyarakat adil dan makmur memang banyak tantangannya. Namun, Indonesia memiliki modal ...

inilah pesan dan titipan ahok kepada pelaksana sekaligus wakil nya djarot

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi Gubernur nonaktif setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara ...