Choel mengaku siap untuk membongkar pihak yang diduga turut menerima aliran dana hambalang

Siap membongkar pihak yang di duga ikut terima aliran dana

Andi Zulkarnaen Mallarangeng atau Choel Mallarangeng sudah mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dengan mengajukan Choel sebagai JC, diharapkan dapat bekerja sama juga dengan KPK dalam menguak masalah dugaan suap proyek Hambalang.

Choel sendiri mengakui siap untuk membongkar pihak yang diduga ikut terima aliran dana. ” Siap dong, ” kata Choel di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat

Pada pemeriksaan sebelumnya, 6 Februari 2017, Choel pernah membeberkan ada oknum yang saat ini menjabat sebagai gubernur diduga ikut terima aliran dana suap Hambalang.

Oknum itu diduga Olly Dondokambey yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara. Saat hal itu dipertegas pada Choel, adik dari Bekas Menpora Andi Mallarangeng ini tak menolak juga tak mengamini.

” Ya, kalian sudah tahu sendiri, siapa orangnya. Sudah jelas semuanya. Saya kira Anda sudah mengikuti Hambalang selama lima tahun kan?. Sudah tahu daftar-daftar siapa, nama di dakwaan‎, bukti yang udah terbuka di persidangan ya, sudah terang, ” kata Choel Mallarangeng.

Nama Olly sendiri sudah beberapa keluar dalam persidangan masalah Hambalang ini. Olly yang saat kasus ini terbongkar merupakan Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR ini diduga ikut serta menyepakati lonjakan biaya proyek ini hingga Rp 2, 5 trilliun.

KPK memutuskan Choel Mallarangeng sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan Kursus dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang pada tahun biaya 2010-2012‎. Dia diputuskan sebagai tersangka pada 21 Desember 2015.

Choel diduga menggunakan jabatan kakaknya, Andi Mallarangeng sebagai Menpora untuk memperoleh untung dari proyek P3SON Hambalang. Choel diduga memperoleh keuntungan untuk Andi sebesar Rp 2 miliar serta US$ 550 ribu dari proyek ini.

‎Oleh KPK, Choel Mallarangeng dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomer 31 Th. 1999 seperti diubah dengan Undang-Undang Nomer 20 Tahun 2001 mengenai Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam masalah ini, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) serta Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, sudah menjatuhkan hukuman empat tahun penjara pada Andi Mallarangeng. Andi terbukti melakukan korupsi proyek P3SON di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Dugaan keterlibatan Olly dalam kasus itu mencuat dalam surat dakwaan banyak tersangka kasus P3SON Hambalang. Dalam amar putusan 2 terdakwa Deddy Kusdinar serta Teuku Bagus Mohammad Noor dikatakan kalau Olly terbukti terima duit Rp 2, 5 miliar dari proyek P3SON.

” Dalam sistem pembangunan proyek P3SON Hambalang, terdakwa sudah menyogok Olly Dondokambey yang disebut anggota Banggar DPR sebesar Rp 2, 5 miliar, ” kata hakim anggota Sinung Hermawan kala membacakan vonis Teuku Bagus di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, Selasa 8 Juli 2014.

Olly membantah dakwaan terdakwa Hambalang yang mengatakan dia menerima uang suap Rp 2, 5 miliar. ” Saya tak pernah terima suap, ” tutur Olly di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 11 Juli 2014.

MEGAPOKER88 Judi Poker Domino QQ Online Uang Asli Indonesia Terpercaya

Poker Online Terpercaya | Poker Uang Asli | Domino Online

 

x

Check Also

Bisakah Indonesia Jadi Negara Besar? Ini Kata Sri Mulyani

Menjadi negara besar dengan masyarakat adil dan makmur memang banyak tantangannya. Namun, Indonesia memiliki modal ...

Mata Novel Baswedan yang tersiram air keras akan dioperasi pekan ini

Kondisi kedua mata penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan masih belum memperlihatkan tanda-tanda ...